Reksadana: Investasi A3M (Aman, Menguntungkan, Mudah & Murah)

INDEKS KOMPAS-100 (INDEKS BARU BEJ) New Article

Agustus 11, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

(Tulisan ini disadur dari “Kompas-100, Ikon Baru BEJ” Kompas Jumat 10 Agustus 2007)  Untuk melengkapi indeks yang sudah ada di bursa (IHSG, LQ-45,Jakarta Islamic Index), BEJ bersama dengan harian Kompas meluncurkan Indeks Kompas-100 pada hari Jumat 10 Agustus 2007 bertepatan dengan  peringatan 30 tahun aktifnya kembali pasar modal di Indonesia. Indeks Kompas-100 berisi 100 saham yang terpilih melalui berbagai kriteria yaitu:  nilai transaksi terbesar, hari transaksi dan frekuensi transaksi di pasar regular, kapitalisasi pasar,  fundamental perusahaan, dan pola perdagangan di bursa. Saham –saham perusahaan yang terpilih dalam Indeks Kompas-100 akan dikaji ulang pada bulan Januari dan Juli setiap tahunnya.   

Di luar negri sudah merupakan hal yang jamak bagi bursa negara bersangkutan untuk bekerja sama dengan media massa dalam menerbitkan indeks. Misal Dow Jones Industrian Average, yang merupakan kerja sama antara bursa New York dengan surat kabar Wall Street Journal (yang diterbitkan oleh Dow Jones), Financial Times Index di London yang merupakan kerja sama bursa dengan Financial Times, begitu pula Index Nikkei di Jepang, dan Strait Times Index di Singapura.  

Dengan adanya indeks baru ini, diprediksikan akan banyak manajer investasi yang akan mengeluarkan produk-produk baru (reksadana campuran, reksadana saham dan reksadana indeks) dengan mengacu Indeks Kompas-100. Selama ini semua reksadana saham mempergunakan acuan (benchmark) IHSG. Diharapkan Indeks Kompas-100  lebih baik daripada IHSG karena IHSG juga memuat saham-saham perusahaan yang tidak diperdagangkan berbulan-bulan. Hal ini tentu akan menambah pilihan bagi para investor dan semakin menggairahkan pasar reksadana. 

Akhir kata penulis mengucapkan Selamat Datang Indeks Kompas-100 dan selamat datang produk-produk baru  reksadana.  

→ Tinggalkan KomentarKategori: Seputar Investasi

REKSADANA GOBAN? MASAK SIH???

Agustus 8, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Banyak orang membayangkan untuk berinvestasi, membutuhkan dana jutaan bahkan puluhan juta. Hal ini benar, untuk instrumen investasi selain reksadana. Akan tetapi untuk reksadana, anda hanya membutuhkan modal sebesar Rp 100.000, bahkan Rp 50.000,- untuk memulai investasi.

Tulisan berikut diambil dari Mingguan Kontan bulan Juli 2007 edisi Khusus ” Membiakkan Dana di Reksadana”. Penulis mengklasifikan reksadana berdasarkan nilai awal investasi ke dalam 3 kelompok yaitu kelompok pertama antara Rp 50.000,- sampai dengan Rp 1.000.000,- kelompok kedua antara di atas Rp 1.000.000 – sampai dengan di bawah Rp 50.000.000,- dan kelompok terakhir Rp 50.000.000,- ke atas.

Reksadana dengan nilai investasi antara Rp 50.000,- sampai Rp 1.000.000:

Nama Reksadana Investasi Awal Manajer Investasi

1) NISP Dana Tetap II Rp 1.000.000,- PT NISP Securities
2) Paramitra Platinum Rp 1.000.000,- PT Paramitra Alfa Securities
3) Panin Dana Utama Plus Rp 250.000,- PT Panin Securities

4) Niaga Pendapatan Tetap B Rp 1.000.000,- PT Niaga Aset Manajemen
5) Pavillion Dana Anugrah Rp 250.000,- PT Pavillion Capital
6) Samuel Dana Obligasi Stabil Rp 250.000,- PT Samuel Aset Manajemen
7) Fortis Lestari Dua Rp 1.000.000,- PT Fortis Investment
8) Mahanusa Obligasi Negara Rp 50.000,-

PT Mahanusa Investment Management
9) NISP Dana Handal Rp 1.000.000,- PT NISP Securities
10) Schroder Dana Kombinasi Rp 200.000,- PT Schroder Investment Management Indonesia
11) Garuda Satu Rp 250.000,- Intru Nusantara
12) Jisawi Mix Rp 100.000,- Jisawi Fund Management Company
13) First State Indonesia Balance Fund Rp 1.000.000,- PT First State Indonesia
14) Premier Citra Optima Rp 1.000.000,- PT Indo Premier Securities
15) Fortis Spektra Rp 1.000.000,- PT Fortis Investment Management
16) Fortis Equitra Rp 1.000.000,- PT Fortis Invesment Management
17) SAM Dana Berkembang Rp 250.000,- PT Samuel Aset Management

18) Trim Kapital Rp 250.000,- PT Trimegah Securities
19) Fortis Ekuitas Rp 500.000,- PT Fortis Investment Management
20) Panin Dana Maksima Rp 250.000,- PT Panin Sekuritas
21) Nikko Kas Manajemen Rp 1.000.000,- PT Nikko Securities
22) NAM Pasar Uang Rp 1.000.000,- PT Niaga Aset Manajemen
23) PNM Puas Rp 500.000,- PT PNM Investment Management
24) Danamas Rupiah Plus Rp 1.000.000,- PT Sinarmas Sekuritas
25) Mandiri Investa Pasar Uang Rp 500.000,- (selama masa promosi, biasanya Rp 10.000.000,-) PT Mandiri Manajemen Investasi
26) Optima Pasar Uang Rp 1.000.000,- PT Optima Kharya Capital Management
27) NISP Proteksi Rp 1.000.000,- PT NISP Securities

28) Trim Lestari Rp 100.000,- PT Trimegah Securities

Kelompok Reksadana di atas Rp 100.000 sampai di bawah Rp 50.000.000,-
1)

Tiga Pilar Dana Flexi Rp 5.000.000,- PT Tiga Pilar Sekuritas
2) Makinta Mantap Rp 5.000.000,- PT Makinta Securities
3) Dana Ekuitas Prima Rp 10.000.000,- PT Bahana TCW Investment Management
4) Mandiri Investa Attraktif Rp 5.000.000,- PT Mandiri Manajemen Investasi
5) Si Dana Proteksi Nusantara Rp 20.000.000,- PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen
6) Mahanusa Dragon Protect Rp 20.000.000,- PT Mahanusa Investment Management
7) Fortis Protek Plus VIII Rp 10.000.000,- PT Fortis Investment Management

Kelompok Reksadana di atas Rp 50.000.000,-
1) Pratama Saham Rp 50.000.000,- PT Pratama Capital Indonesia
2) Capital Proteksi Dinamis Rp 50.000.000,- PT Recapital Asset Management
3) Danamas Mantap Rp 100.000.000,- PT Sinarmas Sekuritas

Dari daftar di atas terlihat banyak reksadana yang dapat dimiliki dengan modal kecil dari puluhan ribu sampai jutaan. Dengan demikian anda seharusnya tidak perlu ragu dalam memulai berinvestasi reksadana.

Selamat berinvestasi

→ Tinggalkan KomentarKategori: Seputar Reksadana

REKSADANA: INVESTASI AMAN, MENGUNTUNGKAN, MUDAH & MURAH (A3M)

Agustus 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ke manakah masyarakat akan berinvestasi? Begitulah pertanyaan masyarakat yang timbul sekarang ini. Hendak menaruh dana di deposito, bunga yang ditawarkan sangat rendah, jauh di bawah tingkat inflasi. Hendak menaruh dana di lembaga yang menawarkan hasil yang tinggi, keamanan dana tidak terjamin. Apalagi akhir-akhir ini begitu banyak “investasi bodong” yang ditawarkan kepada masyarakat, baik perusahaan dalam negri maupun luar negri. . Iming-iming return yang ditawarkan sangat menggiurkan masyarakat., jauh di atas tingkat inflasi. Tidak heran semua kalangan masyarakat tertipu, berpendidikan tinggi atau rendah, kaya atau miskin, tua atau muda.

Anda tidak perlu khawatir atau bingung. Sekarang telah ada reksadana sebagai alternatif investasi yang Aman, Menguntungkan,Mudah dan Murah (A3M). Reksadana adalah suatu kegiatan pengumpulan dana oleh suatu perusahaan. Selanjutnya perusahaan mempergunakan dana yang terkumpul untuk membeli surat berharga yaitu saham, obligasi (surat hutang). Dari kegiatan perusahaan membeli dan menjual surat berharga, perusahaan dapat memperoleh keuntungan. Keuntungan inilah yang nantinya akan dibagikan kepada investor (pembeli reksadana).

Berinvestasi di reksadana tergolong aman karena beberapa alasan yaitu transparansi (keterbukaan), penyimpanan dana pada pihak ketiga (bank kustodian), perijinan dari pemerintah. Transparansi mencakup adanya prospektus pada saat calon investor hendak berinvestasi. Melalui prospektus ini calon investor dapat mempelajari antara lain cara berinvestasi, risiko berinvestasi, ke mana manajer investasi menempatkan dananya, biaya dan keuntungan investasi. Juga setiap bulan investor akan mendapatkan laporan (fact sheet) mengenai kemajuan (naik atau turunnya) dana milik investor yang dikelola manajer investasi. Selain itu investor dapat membaca NAB harian melalui beberapa koran, misal Bisnis Indonesia, Kompas atau browsing langsung ke website manajer investasi anda.

Selanjutnya dana milik investor tidak disimpan oleh manajer investasi tetapi pada bank custodian (penyimpan) yang ditunjuk oleh manajer investasi. Kebijaksanaan ini bertujuan untuk mencegah manajer investasi melarikan dana milik para nasabahnya sebagaimana perusahaan investasi bodong.

Manajer investasi yang hendak menerbitkan reksadana harus memiliki ijin dari pihak pemerintah dalam hal ini Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan). Dalam hal ini berarti adanya peranan dari pemerintah untuk memantau aktivitas manajer investasi. Ketentuan ini juga menjamin kualitas manajer investasi dalam mengelola dana.

Menguntungkan: keuntungan yang ditawarkan lebih tingi daripada deposito atau instrument lainnya, bebas pajak (untuk reksadana tertentu). Reksadana dapat memberikan keuntungan lebih tinggi daripada deposito atau investasi saham atau obligasi karena adanya prinsip diversifikasi. Diversifikasi berarti dana yang ada tidak ditempatkan dalam 1 instrumen investasi. Akan tetapi dana ditempatkan dalam beberapa instrument investasi dengan tingkat risiko dan keuntungan yang berbeda untuk mendapatkan keuntungan yang optimal.

Sebagai contoh (ilustrasi diambil dari artikel berjudul “Mengenal Investasi Reksa Dana” yang dimuat di Sinar Harapan tanggal 19 Januari 2007). Misal: anda memiliki dana sebesar Rp 250.000.000,- Alternatif pertama anda menanamkan seluruh dana tersebut pada deposito yang berbunga sebesar 7% selama 25 tahun. Dana tersebut akan berkembang menjadi sebesar Rp 1.350.000.000.

Alternatif kedua anda membagi Rp 250.000.000 secara rata (masing-masing Rp 50.000.000) ke beberapa instrument investasi sebagai berikut:

Instrumen investasi
1) Membeli undian sebesar Rp 50.000.000
Anda gagal memperoleh hasil dan kehilangan seluruh uang anda. Nilai Rp 0
2)Menaruh uang di bawah bantal sebesar Rp 50.000.000
Dana anda tidak berkembang, tetap seperti semula.
Nilai Rp 50.000.000,-
3)Menaruh Rp 50.000.000 di tabungan dengan bunga 5% per tahun
Setelah 25 tahun dana berkembang menjadi Rp 169.000.000,-
4)

Menempatkan Rp 50.000.000 di deposito dengan bunga 7% per tahun
Setelah 25 tahun dana berkembang menjadi Rp 271.000.000,-
5)Membeli sahan dengan tingkat keuntungan 14%/tahun
Setelah 25 tahun dana berkembang menjadi Rp 1.320.000.000,-
Total hasil yang terkumpul Rp 1,810,000,000

Untuk reksadana yang menempatkan dananya pada obligasi (reksadana pendapatan tetap), investor akan mendapatkan hasil keuntungan bebas pajak (bandingkan dengan deposito atau tabungan yang terkena pajak final sebesar 20%). Ketentuan ini berlaku untuk reksadana yang berumur di bawah 5 tahun. Karena itu untuk menghindari pajak untuk reksadana yang telah berumur 5 tahun ini beberapa manajer investasi merubah nama reksadananya.

Mudah Investasi anda dikelola oleh manajer investasi yang professional (mempunyai sertifikasi) dan berpengalaman. Anda tidak dipusingkan oleh “permainan jual dan beli di bursa”. Anda tidak perlu menyediakan banyak waktu untuk berinvestasi. Anda hanya perlu memonitor investasi anda bulanan dan membaca berita perkembangan reksadana untuk mengambil keputusan yang tepat atas investasi anda. Untuk berinvestasi awal pun cukup mudah, anda hanya perlu menghubungi manajer investasi atau agen penjualnya. Bahkan sekarang sudah ada pembelian secara online.

Murah. Minimum penyertaan dana pada reksadana (Rp 50.000 untuk reksadana tertentu) lebih rendah dibandingkan deposito (minimal jutaan, misal Rp 8.000.000) atau obligasi (minimal ratusan juta) atau saham (minimal jutaan, adanya ketentuan pembelian saham sebesar 500 lot @ 500 saham). Dengan dana yang rendah ini, anda dapat menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan anda untuk berinvestasi.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Seputar Reksadana

KRITERIA PEMILIHAN MANAJER INVESTASI (MI)

Agustus 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pemilihan MI yang tepat sangat menentukan keberhasilan anda dalam berinvestasi reksadana. Risiko sangat besar akan terjadi jika anda salah memilih MI. Bukan untung yang anda dapat tapi kerugian yang anda akan peroleh.

Mingguan Kontan dalam edisi khusus Juli 2007 “Membiakkan Dana di Reksadana”

memberikan 6 kriteria untuk pemilihan MI yaitu:
1. Pengalaman dan reputasi, hal ini berkaitan dengan lamanya MI beroperasi. Semakin lama beroperasi, MI semakin baik. Hal ini berarti MI telah melewati masa mudah dan masa sulit dan sampai sekarang masih bertahan.
2. Kinerja historis, hal ini berkaitan kemampuan MI dalam memberikan return (keuntungan) yang tinggi dan stabil dalam suatu periode waktu yang cukup lama.
3. Gaya investasi, hal ini terlihat dari portofolio aset yang mereka kelola.
4. Besarnya dana kelolaan, semakin besar dana yang MI kelola berarti semakin banyak investor yang percaya akan kemampuan MI dalam mengelola dananya.
5. Kualitas wakil MI, anda bisa membaca kualifikasi wakil MI dari prospektus yang mereka terbitkan.
6. Riset kuat dan pelayanan baik, adanya bagian riset menunjukkan niat baik MI untuk berinvestasi secara optimal di pasar keuangan.

Untuk menilai keandalan MI, anda perlu membanding-bandingkan prospektus yang mereka terbitkan. Lebih baik lagi anda surfing di website untuk mengenal MI lebih mendalam

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tips Reksadana

BEBERAPA TIPS BAGI CALON INVESTOR REKSADANA

Agustus 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Banyak orang yang takut untuk berinvestasi pada reksadana. Apalagi dengan banyaknya berita negatif mengenai kegiatan investasi, baik investasi yang benar di pasar modal, maupun investasi yang bohong.

Berikut ini beberapa tips bagi calon investor:

1)Sebaiknya anda memulai investasi pada jumlah yang kecil, misal di bawah Rp 1.000.000,- Banyak manajer investasi menawarkan minimal investasi di bawah Rp 1.000.000, misal Rp 250.000 atau Rp 500.000. Setelah anda merasa nyaman, anda mulai bisa meningkatkan jumlah investasi anda. Seperti pepatah Cina kuno: Untuk berjalan 1000 langkah kita memulai dari 1 langkah pertama.
2)Memilih investasi pada reksadana dengan tingkat risiko rendah. Reksadana pasar uang dan reksadana terproteksi adalah pilihan yang tepat untuk memulai investasi. Selanjutnya anda bisa meningkat untuk berinvestasi pada reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan terakhir reksadana saham.
3)Alternatif pemilihan reksadana selain poin no 2 adalah berdasarkan usia. Jika anda masih bisa berusia muda antara 20-30 tahun, anda dapat memilih reksadana saham (resiko tinggi tapi menguntungkan untuk jangka panjang). Sebaliknya, jika anda sudah berusia lanjut (di atas 50 tahun) anda bisa memilih reksadana pendapatan tetap atau pasar uang (risiko moderat atau rendah).
4)Memilih manajer investasi yang bonafid. Untuk aman, anda bisa memulai berinvestasi pada manajer investasi yang dimiliki pemerintah (badan usaha milik Negara), misal Danareksa, Bank Mandiri, Bank BNI atau manajer investasi asing yang sudah memiliki “brand” yang kuat, misal Schroeders, Fortis, Manulife.
5)Dalam memilih manajer investasi, anda jangan terpukau dengan besarnya keuntungan reksadana kelolaan mereka. Perlu juga diperoleh informasi mengenai seminar (pelatihan) yang mereka adakan untuk para nasabah mereka. Seminar ini penting sebagai sarana komunikasi antara manajer investasi dengan nasabah dan juga kesempatan bagi nasabah untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan reksadana.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tips Reksadana

BEBERAPA TIPS UNTUK MEMPEROLEH KEUNTUNGAN OPTIMAL DARI REKSADANA

Agustus 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

1. Berinvestasi secara regular
Anda tidak akan pernah tahu kapan harga reksadana akan meningkat atau menurun. Jika anda menunggu “waktu yang tepat” untuk berinvestasi, anda tidak akan melakukan apa-apa. Langkah terbaik adalah berinvestasi secara teratur, misalnya bulanan. Dengan melakukan hal ini, anda akan mendapatkan reksadana dengan harga yang mahal dan yang murah. Anda perlu mencatat waktu pembelian, jumlah unit yang dibeli dan harga pembelian reksadana. Dengan pencatatan ini anda dapat mengambil keputusan yang tepat pada saat penjualan reksadana anda. Untuk memperoleh keuntungan anda hanya perlu menjual sejumlah unit yang anda beli dengan harga jual di atas harga beli (dengan mempertimbangkan biaya penjualan anda). Sebagai ilustrasi:
Tanggal 1 Januari 2007 membeli 200 unit @ Rp 1.500
Tanggal 1 Maret 2007 membeli 100 unit @ Rp 1.600
Tanggal 1 Mei 2007 membeli 150 unit @ Rp 1.550
Tanggal 1 Juli 2007 membeli 200 unit @ Rp 1.700
Misalkan anda mau menjual reksadana dengan harga Rp 1.625 (saat itu), maka jumlah unit yang bisa anda jual adalah 450 unit, pembelian tanggal 1 Januari, 1 Maret dan 1 Mei 2007. Dengan kata lain, anda menjual reksadana yang anda beli dengan harga Rp 1.625, jangan menjual 200 unit reksadana yang anda beli dengan harga Rp 1.700/unit.

2. Merealisasikan Keuntungan Pada Saat Target Anda Sudah Tercapai
Sebagai contoh anda menargetkan keuntungan yang anda peroleh adalah 10% dari nilai investasi anda, maka pada saat target anda tercapai, anda menjual reksadana anda sebesar keuntungan yang anda harapkan. Misal nilai investasi anda Rp 1.000.000, maka pada saat nilai investasi anda minimal sudah mencapai di atas Rp 1.100.000,- anda menjual reksadana sebesar Rp 100.000 untuk merealisasikan keuntungan anda. Selanjutnya anda bisa berinvestasi secara regular seperti butir nomor 1.

3. Memutakhirkan pengetahuan anda
Ada beberapa pilihan berinvestasi pada reksadana: pasar uang, pendapatan tetap, terproteksi, campuran, atau saham. Pilihan investasi yang tepat bisa tergantung pada kondisi perekenomian negara kita. Jika harga obligasi diprediksikan mengalami trend naik, pilihan berinvestasi yang tepat adalah reksadana pendapatan tetap. Jika harga saham diprediksikan naik, pilihan investasi yang tepat adalah reksadana campuran atau saham. Untuk memperoleh informasi ini, sangatlah penting bagi anda untuk membaca media massa yang mengulas perkembangan reksadana (misal Mingguan Kontan) atau menghadiri seminar-seminar yang dilaksanakan manajer investasi anda. Dengan informasi yang tepat anda akan bisa mengambil keputusan yang tepat.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tips Reksadana

REKSADANA MENDUKUNG PENERAPAN CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY)

Agustus 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pada masa sekarang ini, konsep CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) menjadi isu yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan. Melalui konsep CSR, pengertian stakeholders diperluas tidak hanya mencakup pemilik saham tetapi juga masyarakat, karyawan/buruh, pemerintah. Tujuan perusahaan tidak hanya untuk memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham tetapi juga pihak lain yang terkait (masyarakat, karyawan, pemerintah).

Konsep CSR juga telah diadopsi pemerintah Indonesia dalam pasal 15 butir b UU No 25 tahun 2007 Penanaman Modal yang berbunyi “Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.” Telah ada beberapa perusahaan di Indonesia yang menerapkan CSR, misal Honda yang berpartisipasi dalam penghijauan (pemberian bibit), Sampurna yang membuat taman seluas 1,5 hektar di gedung perkantoran di dalam kota, dan lain-lain.

Reksadana juga dapat dipakai perusahaan untuk menerapkan CSR dalam hubungan antara perusahaan dengan karyawannya. Pemberian bonus atau tunjangan hari raya dalam bentuk reksadana (dalam persentase tertentu, ,misal 10%), dapat membantu karyawan dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.

Penulis menyadari hal ini tentu merepotkan administrasi perusahaan. Akan tetapi hal ini dapat membantu meningkatkan kecerdasaan karyawan dalam mengelola keuangan mereka. Banyak karyawan yang kurang cerdas dalam mengelola keuangan mereka. Mereka menghabiskan uang yang ada untuk keperluan yang konsumtif. Padahal kesejahteraan seseorang tidak ditentukan oleh besarnya penerimaan yang mereka terima, tetapi bagaimana mereka mengalokasikan penerimaan mereka secara benar.

Pemberian bonus dalam bentuk reksadana ini juga akan memberikan kontribusi positif untuk perusahaan. Relasi antara perusahaan dengan karyawan juga akan membaik. Relasi yang baik ini, diharapkan, akan dapat mengurangi demonstrasi karyawan, yang pada akhirnya sangat merepotkan perusahaan.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Seputar Reksadana

REKSADANA: APAKAH MERUPAKAN PILIHAN TERBAIK BERINVESTASI DIBANDINGKAN INSTRUMEN LAINNYA?

Agustus 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Banyak pilihan investasi (selain reksadana) yang ditawarkan kepada masyarakat, antara lain: emas, saham, obligasi, properti, forex (foreign exchange), option. Penulis berpendapat berinvestasi pada reksadana adalah pilihan terbaik dibandingkan dengan semua jenis investasi di atas.

Alasan pertama adalah rendahnya modal awal yang diperlukan untuk berinvestasi. Berinvestasi pada reksadana membutuhkan modal awal yang paling murah dibandingkan berinvestasi pada instrument lainnya. Modal terendah adalah Rp 50.000,- dan yang tertinggi Rp 50.000.000. Sedangkan modal pada instrumen lainnya puluhan juta bahkan milyaran rupiah.

Alasan kedua adalah risiko yang lebih rendah. Prinsip reksadana adalah diversifikasi aktiva. Dengan kata lain dengan memegang 1 unit reksadana, anda memegang banyak saham dan obligasi. Sehingga anda akan meminimalkan resiko dan mengoptimalkan keuntungan. Untuk investasi lain misal properti (rumah, toko, tanah, dan lain-lain) anda hanya memiliki 1 properti setiap anda membeli 1 unit investasi. Hal ini berarti ada risiko yang besar yang terkandung di dalamnya, dalam arti kalau prediksi anda tepat, anda akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar, akan tetapi kalau prediksi tidak tepat anda akan mengalami kerugian yang sangat besar.

Alasan ketiga adalah kecepatan waktu untuk penjualan kembali. Anda dapat dengan mudah menjual reksadana anda kepada manajer investasi atau bank tempat anda membeli reksadana dengan harga pasti (NAB pada saat penjualan), tanpa melalui proses mencari pembeli yang tepat dengan harga yang baik. Bila anda hendak menjual properti, anda harus bersabar menunggu kedatangan pembeli yang menawarkan harga yang sesuai dengan keinginan anda. Proses penjualan ini tidak mudah dan memakan waktu lama, bahkan kadang-kadang anda memerlukan agen penjual untuk membantu penjualan anda.

Alasan ketiga adalah tempat penyimpanan. Anda tidak membutuhkan tempat penyimpanan khusus untuk menyimpan reksadana anda. Bila anda menyimpan emas (batangan atau perhiasan) atau saham, mungkin anda membutuhkan safety box, dengan biaya sewa tertentu, untuk menyimpan saham atau emas anda. Hal ini tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Alasan keempat adalah resiko kejahatan. Misal anda menjadi korban kejahatan berupa hipnotis, perampokan, penjambretan, pencurian, penyerobotan tanah. Penjahat akan lebih mudah menjual emas atau mencairkan deposito dibandingkan mencairkan/menjual reksadana

Alasan kelima adalah perlindungan pemerintah. Manajer investasi yang akan menerbitkan reksadana harus mendapatkan ijin dari lembaga pemerintah yaitu Bapepam-LK. Ketentuan ini melindungi anda dari penawaran investasi perusahaan investasi palsu yang akan merampok uang anda. Bapepam-LK juga berwenang untuk memonitor bahkan menghukum manajer investasi yang melanggar peraturan yang dibuat oleh Bapepam.

Alasan keenam adalah waktu dan pengetahuan yang dibutuhkan. Untuk bermain saham, obligasi atau forex, anda membutuhkan banyak waktu dan pengetahuan untuk mengelola investasi anda. Anda harus memonitor pergerakan harga saham atau forex untuk menemukan waktu yang tepat untuk menjual atau membeli saham atau forex tertentu. Demikian juga untuk asset properti, anda harus sering mengunjungi properti anda, agar properti anda tidak diserobot orang lain atau mengalami penurunan nilai. Sedangkan untuk reksadana, anda hanya cukup memonitor reksadana anda bulanan. Manajer investasi anda akan mengelola reksadana anda sehari-hari. Dengan pengetahuan yang dimilikinya, manajer investasi akan lebih baik dalam mengelola reksadana anda.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Seputar Reksadana

Apakah Kita Perlu Berinvestasi Keuangan?

Agustus 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam artikel berikut ini akan dijelaskan beberapa alasan keluarga atau individu perlu berinvestasi dalam bidang keuangan? Alasan pertama adalah untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Berikutnya untuk mempersiapkan masa depan (hari tua) bagi invididu yang mempunya pekerjaan dengan karakteristik tertentu (pendapatan besar dalam jangka waktu terbatas). Selanjutnya sebagai sarana pendidikan kecerdasan finansial oleh orang tua untuk para anak mereka. Berikutnya untuk lebih meningkatkan kesejahteraan bagi mereka yang berprofesi dalam Multi Level Marketing. Terakhir untuk mencapai cita-cita yaitu bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera.

Dengan tingginya biaya hidup pada masa sekarang ini (misal: biaya pendidikan anak, biaya kesehatan, biaya makan sehari-hari), banyak orang menyiasatinya dengan mencari pekerjaan sampingan di luar jam kantor, misal: mengajar, menjalankan multi level marketing atau pekerjaan tidak tetap lainnya. Dampak negatif dari kegiatan ini adalah berkurangnya waktu untuk keluarga. (Catatan: ,mungkin hal ini tidak terasa bagi mereka yang masih bujangan). Hal ini akan mengakibatkan munculnya anak-anak yang tidak bahagia dalam kehidupan keluarganya. Akibatnya anak-anak akan melarikan diri dalam kegiatan yang berbahaya misal mengkonsumsi narkoba, mencari hiburan yang tidak sehat.

Lalu apa alternatifnya. Alternatifnya adalah berinvestasi dalam bidang keuangan misal reksadana. Dengan investasi, orang tidak perlu menambah jam bekerjanya. Sehingga pendapatan bertambah, keharmonisan keluarga tetap terjaga. Orang hanya perlu waktu yang sangat sedikit untuk memonitor hasil investasinya. Juga orang tidak perlu meninggalkan pekerjaan yang sekarang sedang ditekuninya.

Juga investasi ini cocok untuk mereka yang super sibuk dalam pekerjaan atau profesi (misal: dokter dan tenaga medis lainnya, wartawan, pengacara, polisi). Dengan kesuper sibukannya, mereka tidak memiliki waktu luang untuk mencari penghasilan tambahan.

Alasan kedua adalah untuk mempersiapkan masa depan (hari tua) bagi para olahragawan atau artis. Ketika mereka sedang jaya (popular dan berprestasi tinggi), sangat mudah bagi mereka untuk memperoleh penghasilan yang sangat fantastis, ratusan juta atau bahkan milyaran. Begitu mudahnya mereka memperoleh uang yang sangat banyak, dapat mengakibatkan mereka hidup berfoya-foya.

Akan tetapi, kondisi ini tidak berlangsung lama. Persaingan di dunia olah raga dan seni sangat tinggi.Banyak orang mengincar prestasi mereka. Dengan surutnya prestasi dan popularitas mereka, penghasilan mereka otomatis akan menyusut pula. Jika mereka tidak hati-hati (cerdas) dalam mengelola keuangan mereka, bukan tidak mungkin mereka akan mengalami kebangkrutan dalam kehidupannya. Suatu hal yang sangat ironis dan menyedihkan. Oleh karena itu, mereka tidak boleh menghabiskan seluruh pendapat mereka untuk kebutuhan sekarang. Mereka perlu menyisihkan sebagian dari pendapatan mereka untuk keperluan mereka di saat mereka sudah tidak “popular” lagi. Pentingnya berinvestasi untuk hari tua ini sangat disadari oleh almarhum Asmuni. Seperti yang ditulis oleh Kompas Minggu, pada hari beliau meninggal dunia, (22 Juli 2007), Asmuni rajin membelanjakan sebagian pendapatan melawaknya untuk membeli emas. Satu kebiasaan yang patut dicontoh.

Selanjutnya sebagai sarana pendidikan kecerdasan financial oleh orang tua bagi anak-anak mereka. Sebagai orang tua yang bijak, mereka perlu mempersiapkan masa depan bagi anak-anak mereka. Agar kehidupan mereka tetap terjaga sebagaimana ketika mereka masih hidup bersama dengan para orang tua mereka. Oleh karena itu merupakan pendidikan yang baik bila pada kejadian-kejadian istimewa (misal ulang tahun ke 17, lulus Sekolah Menengah Atas, memperoleh perguruan tinggi yang baik, pernikahan anak) orang tua menghadiahkan produk investasi, bukan produk konsumtif misal mobil atau pakaian, kepada anak-anak mereka. Sehingga kesejahteraan anak-anak mereka tetap meningkat karena produk investasi tidak mengenal “depresiasi atau penurunan nilai yang bersifat tetap”.

Berikutnya investasi keuangan dapat dipakai untuk lebih meningkatkan kecepatan para pelaku bisnisl MLM dalam mencapai kesejahteraan yang diinginkan. Dengan berinvestasi keuangan, para pelaku bisnis MLM akan memperoleh 2 jenis pendapatan yaitu dari bisnis MLM yang ditekuninya dan juga dari pertumbuhan investasi keuangan.

Terakhir, untuk menjadi bangsa yang sejahtera diperlukan keluarga-keluarga yang sejahtera dan investasi yang besar (dari dalam negri, tidak hanya mengandalkan dari luar negri) untuk menyelenggarakan pembangunan bangsa. Pendekatan yang digunakan adalah “bottom up (dari bawah ke atas) atau snow ball effect (efek bola salju). Jika ada beberapa keluarga sejahtera dalam 1 kelurahan, kelurahan tersebut akan sejahtera. Selanjutnya jika ada beberapa kelurahan sejahtera dalam 1 kecamatan, kecamatan tersebut akan maju. Demikian seterusnya sampai adanya beberapa propinsi yang sejahtera dalam 1 bangsa, bangsa kita otomas akan sejahtera. Sebagai bangsa yang sejahtera kita akan lebih mudah menarik investor asing masuk untuk menanamkan modalnya di negara kita.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Seputar Investasi

Pedoman Berinvestasi Pada Reksadana

Agustus 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kita tentu belum lupa kejadian Penarikan dana besar-besaran pada reksadana khususnya reksadana pendapatan tetap pada bulan Agustus 2005. Kejadian ini sebenarnya tidak perlu terjadi kalau para investor mau memahami karakteristik reksadana. Dalam artikel ini ada beberapa hal yang perlu menjadi pedoman para investor.

Yang pertama dan utama adalah hukum baja investasi yaitu semakin besar tingkat risiko, tingkat keuntungan akan semakin besar dan sebaliknya semakin kecil tingkat risiko, semakin kecil juga tingkat keuntungan yang akan diperoleh.

Yang kedua berinvestasi pada reksadana adalah investasi jangka menengah atau jangka panjang (lebih dari 1 tahun). Semakin lama anda memegang reksadana, maka semakin besar keuntungan yang akan diperoleh.

Yang ketiga anda tidak perlu panik atau bingung jika NAB turun. Fluktuasi (naik turunnya) NAB adalah hal yang normal. Malah sebaliknya, menurut pendapat para ahli, saat NAB turun adalah saat baik untuk menambah investasi anda. Hal ini dikarenakan penurunan tidak akan terjadi selamanya. Suatu saat NAB akan mengalami kenaikan dan hal ini merupakan saat yang baik untuk menjual investasi anda.

Yang keempat, anda tidak dapat mendiamkan investasi anda. Anda harus memonitor investasi anda secara rutin, sebulan sekali, begitu anda menerima laporan bulanan investasi anda dari manajer investasi. Anda juga perlu mengikuti pertemuan para investor reksadana yang sering diadakan oleh para manajer investasi. Juga anda perlu membaca artikel mengenai perkembangan reksadana di beberapa majalah atau koran. Dengan rajin meng”update” diri, anda dapat mengambil keputusan yang tepat dalam pengelolaan reksadana anda.

Yang kelima, ada baiknya anda memulai investasi dari modal minimal (di bawah Rp 1.000.000,-) dan pada jenis reksadana dengan tingkat risiko rendah (reksadana pasar uang). Kemudian secara regular anda menambah investasi anda dan mulai mencoba berinvestasi pada reksadana dengan tingkat risiko menengah (reksadana pendapatan tetap) dan kemudian tinggi (reksadana campuran dan reksadana saham)rajin .

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tips Reksadana

MARI MENGENAL REKSADANA

Agustus 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Bagi sebagian masyarakat, reksadana merupakan barang baru. Hal ini berbeda dengan tabungan atau deposito yang sudah banyak dikenal masyarakat Reksadana diatur dengan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 mengenai Pasar Modal Akhir-akhir ini reksadana semakin menjadi primadona investasi. Kecendrungan ini dibuktikan dengan hasil riset Asia Banker Research yang menyatakan adanya perubahan perilaku nasabah perbankan Indonesia dari konservatif menjadi lebih modern (Kompas 12 Mei 2007, hal 19). Perubahan perilaku ini disebabkan oleh penurunan tingkat suku bunga terjadi secara konsisten. Selain itu juga adanya kebijaksanaan pemerintah untuk mendidik masyarakat agar merubah kebiasaan menabung menjadi kebiasaan berinvestasi.
Menurut Wikipedia, reksadana adalah pola pengelolaan dana investasi di mana investor menanamkan modal dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh manajer investasi ke dalam pasar modal, baik berupa saham (bukti kepemilikan atas suatu perusahaan), obligasi (surat hutang perusahaan ataupun pemerintah) maupun pasar uang.
Secara umum jenis reksadana adalah sebagai berikut:
Reksadana pasar uang: dana diinvestasikan seluruhnya (100%) pada efek pasar uang. Contoh efek pasar uang adalah deposito, SBI dan obligasi yang berumur kurang dari 1 tahun.
Reksadana pendapatan tetap: dana diinvestasikan sekurang-kurangnya 80% pada obligasi jangka menengah atau jangka panjang
Reksadana campuran: dana diinvestasikan pada obligasi dan saham dengan proporsi tertentu
Reksadana saham: dana diinvestasikan sekurang-kurangnya 80% pada saham

Selain itu juga ada beberapa jenis reksadana khusus, misal reksadana syariah yaitu reksadana yang ditanamkan pada surat berharga “halal” (surat berharga yang diterbitkan perusahaan yang bergerak pada bidang usaha yang dapat diterima umat Islam). Yg tidak termasuk di dalamnya adalah perusahaan rokok, minuman keras dll. Juga ada reksadana yang diterbitkan dengan tujuan tertentu misal untuk membiayai kegiatan olah raga, pendidikan (reksadana Makara Prima yang diterbitkan Ikatan Alumni FE dengan PT Bahana TCW Investment Management) atau untuk pemeliharaan lingkungan hidup (misal reksadana Kehati Lestari merupakan kerjasama Yayasan Kehati dengan PT Bahana TCW Investment Management).

Ada reksadana yang cukup unik yang diterbitkan oleh Panin Bank di mana fund manager menempatkan dananya pada reksadana yang sudah terbit. Selain itu ada reksadana terproteksi yang merupakan varian dari reksadana pendapatan tetap. Berbeda dengan reksadana pendapatan tetap yang bebas dicairkan sewaktu-waktu, pada reksadana jenis ini investor terikat untuk memegang reksadana ini yang dikaitkan dengan umur obligasi.

Menurut hukum investasi: return (keuntungan) berbanding lurus dengan risiko. Hal ini berarti semakin tinggi risiko semakin tinggi keuntungan yang diperoleh. Reksadana pasar uang merupakan jenis reksadana dengan tingkat risiko dan return terendah. Urutan selanjutnya adalah reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan yang tertinggi (return dan risikonya) adalah reksadana saham.
Bagaimana cara berinvestasi reksadana: anda dapat membeli reksadana melalui perusahaan penerbit dan penjual reksadana (fund manager), bank, dan online melalui internet . Perusahaan penerbit dan penjual reksadana ada perusahaan milik pemerintah (PT Danareksa, Bank Mandiri , PNM), perusahaan swasta nasional (Trimegah) dan perusahaan swasta asing (Schroeders, Fortis).

Beberapa bank penjual misal Danamon, Commonwealth. Salah satu keuntungan pembelian melalui bank adalah adanya kebebasan untuk memilih produk dari sekian banyak perusahaan penerbit. Misal bank Commonwealth menjual produk yang diterbitkan Mandiri, Manulife, Schroeders.

Selain anda bisa melakukan investasi sendiri, masyarakat juga bisa berinvestasi melalui asuransi. Produk ini dikenal dengan nama Unit Link. Contoh:Prudential, AXA. Pada saat anda membayar premi, anda juga berinvestasi. Keuntungan pola investasi ini ,selain proteksi, juga adanya keteraturan dalam berinvestasi.

Keuntungan pada investasi reksadana adalah merupakan keuntungan di atas kertas (keuntungan yang belum direalisasikan). Keuntungan ini baru merupakan keuntungan yang riil pada saat anda menjual reksadana tersebut. Misal pada saat anda membeli reksadana pada tanggal 1 Februari 2006 NAB (Nilai Aktiva Bersih) Rp 1.100/unit dengan kepemilikan sebanyak 1000 unit dan total nilai investasi Rp 1.100.000. Pada tanggal 28 Februari 2006 NAB menjadi Rp 1.200 unit. Sehingga nilai investasi anda meningkat sebesar Rp 100.000,- menjadi Rp 1.200.000. Rp 100.000 belumlah merupakan keuntungan riil anda. Keuntungan ini menjadi riil jika pada tanggal tersebut anda menjual unit kepemilikan anda baik seluruh atau sebagian. Jadi anda tidak akan mendapatkan keuntungan bulanan kecuali ada beberapa reksadana yang memberikan return secara tunai tidak berupa kenaikan NAB, misal karena ada pembagian dividen.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Seputar Reksadana

REKSADANA: MANFAAT BAGI SEMUA STAKEHOLDERS

Agustus 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Penulis sudah pernah menyinggung mengenai manfaat reksadana bagi para investor. Apakah hanya investor yang menikmati manfaat reksadana? Menurut pendapat penulis, banyak pihak yang menikmati manfaatnya, antara lain manajer investasi, karyawan manajer investasi, bahkan pemerintah.

Dengan bertambahnya pemodal dan dana yang dikelola, kegiatan manajer investasi dapat lebih berkembang. Manajer investasi dapat membuka kantor cabang-kantor cabang penjualan baru. Hal ini berarti membuka lapangan kerja baru. Keuntungan manajer investasi juga dapat meningkat. Hal ini berarti bonus karyawan manajer investasi juga akan meningkat. Kesejahteraan mereka akan semakin baik. Pemerintah juga akan diuntungkan dengan kenaikan pajak penghasilan manajer investasi dan para karyawannya.

Kegiatan pasar modal juga akan semakin semarak. Akan semakin banyak perusahaan yang tertarik untuk menerbitkan saham atau obligasi untuk meningkatkan permodalan perusahaannya. Selain itu juga pasar modal akan semakin sehat dalam arti tidak tergantung pemodal asing yang sewaktu-waktu bisa menarik dana mereka dari pasar modal.

Reksadana juga dapat membantu pemerintah dalam program penanggulangan kemiskinan yaitu dengan adanya peningkatan kesejahteraan investor. Kesejahteraan individu akan mendorong kesejahteraan bangsa.

Sebagai penutup, penulis bermimpi alangkah indahnya bila para pimpinan perusahaan memberikan bonus atau tunjangan hari raya kepada para karyawannya dalam bentuk reksadana. Kebijaksanaan ini dapat membantu para karyawan untuk mengendalikan pengeluaran konsumtif mereka.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Seputar Reksadana

BAGAIMANAKAH MENGENALI INVESTASI BODONG?

Agustus 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Banyak orang menginginkan bertambahnya kekayaan dengan berinvestasi. Hal ini tidak salah. Akan tetapi banyak orang salah dalam memilih sarana untuk berinvestasi. Banyak orang mengabaikan Hukum Investasi yang berbunyi Semakin Besar Resiko Yang Anda Pikul, Semakin Besar Keuntungan Yang Akan Anda Peroleh dan Sebaliknya Semakin Kecil Resiko Yang Anda Pikul, Akan Semakin Kecil Keuntungan Yang Akan Anda Peroleh. Banyak orang hanya memperhatikan keuntungan dari investasi yang akan mereka dapatkan tetapi mengabaikan resiko nya. Banyak orang terbuai dengan besarnya keuntungan investasi. Mereka “terhipnotis” oleh perasaan mereka. Kenyataan yang mereka hadapi nantinya adalah keuntungan mereka gagal peroleh, kekecewaan besar yang akan mereka peroleh. Ibaratnya mereka terbuai oleh musang berbulu domba. Lalu pertanyaannya bagaimana mengenali musang berbulu domba ini?

Berdasarkan pengalaman penulis ada beberapa ciri investasi bodong, yaitu pertama, perusahaan menawarkan keuntungan yang sangat besar, yang tidak masuk akal. Dan mereka menjamin keuntungan ini pasti akan investor terima.

Kedua, perusahaan ini hanya bermodalkan SIUP, tidak memiliki izin dari lembaga keuangan yang ada di Indonesia, misal Bank Indonesia atau Bapepam-LK. Mereka menekankan pada relasi kepercayaan antara investor dengan perusahaan

Ketiga, perusahaan ini memiliki kantor yang megah dan berlokasi di daerah yang strategis. Perusahaan ingin menunjukkan bonafiditas melalui kantor yang mereka miliki.

Keempat, perusahaan tidak terbuka dalam memperlihatkan strategi mereka dalam memperoleh keuntungan. Mereka tidak bisa menunjukkan ke mana mereka menginvestasikan keuangannya.

Kelima, dana yang diinvestasikan masuk ke dalam rekening perusahaan bukan bank custodian. Dengan demikian pemilik perusahaan yang nakal mudah membawa lari uang nasabahnya.

Keenam, untuk meyakinkan calon investor, mereka menjanjikan akte perjanjian ditandatangani notaris selain oleh pihak investor dan perusahaan.

Selamat berinvestasi. Yang terpenting dalam berinvestasi adalah adanya keseimbangan antara menguntungkan dan aman. Juga memperhatikan hukum investasi yang telah disebutkan di atas. Hal ini penting disadari oleh para investor karena pengadilan tidak dapat membantu mengembalikan dana investor yang telah ditipu.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Seputar Investasi

Apakah Deposito Lebih Baik Daripada Reksadana?

Agustus 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ketika ditawarkan reksadana, banyak orang membandingkan deposito yang dijamin pemerintah dengan reksadana yang tidak dijamin pemerintah? Apakah dengan adanya jaminan pemerintah, deposito lebih aman dibandingkan dengan reksadana? Jawabannya adalah tidak. Karena jaminan pemerintah akan berakhir pada tahun 2008. Dengan kata lain sesudah itu, deposito dan reksadana sama-sama tidak dijamin pemerintah. Pemilik deposito dan reksadana sama-sama harus memperhatikan kualitas perusahaan penerbit deposito dan reksadana. Supaya deposito anda aman, anda harus memastikan bahwa bank anda ikut dalam program penjaminan yang dilaksanakan oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Sedangkan untuk reksadana, anda harus memastikan bahwa dana anda ditempatkan pada custodian dan perusahaan anda harus terdaftar pada Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal). (Catatan ingat pengalaman nasabah reksadana bank Global, di mana reksadana mereka hangus karena dibawa lari oleh pemilik bank Global).

Yang kedua, jika anda menjadi korban kejahatan hipnotis, pencairan reksadana lebih sulit daripada pencairan deposito. Pencairan deposito bisa seketika saat anda datang ke bank. Untuk reksadana bisa memakan beberapa hari kerja sejak anda ingin mencairkannya.

Yang ketiga, jika berdasarkan nilai uang (dengan memperhitungkan tingkat inflasi), reksadana lebih aman dibandingkan deposito. Dengan menaruh dana anda di deposito, anda sudah pasti mengalami kerugian. Hal ini dikarenakan tingkat suku bunga deposito yang sangat rendah dibandingkan tingkat inflasi di Negara kita. Dengan kata lain sebenarnya meskipun secara nominal, dana anda bertambah tapi secara riil, dana anda berkurang. Contoh deposito Rp 1.000.000,-. dengan suku bunga saat ini sekitar 5%, nilai deposito anda adalah Rp 1.050.000,-. Sedangkan dengan tingkat inflasi sekitar 7%, nilai uang anda seharusnya Rp 1.070.000,- (untuk menutupi tingkat inflasi supya nilai riil anda tetap Rp 1.000.000,-). Jadi anda mengalami kerugian sekitar Rp 20.000,-

Sebaliknya jika anda menanamkan dana anda pada reksadana, anda belum pasti mengalami kerugian (potential loss bukan fixed loss), karena nilai reksadana anda bisa lebih besar atau lebih kecil daripada nilai investasi awal anda. Dengan kondisi keuangan Indonesia yang bagus pada tahun ini, kemungkinan anda mengalami keuntungan lebih besar daripada potensi kerugiannya.

Jadi simpulannya, jangan takut untuk memulai berinvestasi pada reksadana. Anda belum tentu mengalami kerugian seperti yang anda khawatirkan sebelumnya.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Seputar Investasi

COST-BENEFIT INVESTASI PADA REKSADANA

Agustus 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Menyimpan uang anda pada reksadana tidaklah sama dengan menyimpan uang pada deposito. Selain menawarkan keuntungan, reksadana juga mengandung beberapa pengorbanan (cost ) yang harus dapat anda terima.

Beberapa pengorbanan pada investasi reksadana:
1) Reksadana tidak dijamin oleh pemerintah. Hal ini berbeda dengan produk tabungan atau deposito yang sudah umum dikenal masyarakat. Reksadana bukanlah produk perbankan, meskipun beberapa bank bertindak sebagai agen penjual reksadana. Hal ini berarti ada kemungkinan nilai investasi pada reksadana mengalami penurunan. Bahkan ada kemungkinan anda menderita kerugian karena NAB jual reksadana anda lebih rendah dibandingkan NAB pembelian reksadana anda.
2) Tidak ada jaminan berapa tingkat keuntungan yang akan anda terima melalui investasi ini. Tidak seperti produk perbankan yang menawarkan suku bunga pasti misal 7% per tahun. Tingkat keuntungan sangat tergantung kepiawaian manajer investasi dalam mengelola reksadana anda dan kondisi ekonomi Negara pada saat itu.
3)Tidak ada jaminan prestasi manajer investasi pada saat anda masuk akan sama dengan prestasi periode sebelumnya sebagaimana yang termuat dalam prospektus.
4)Anda tidak akan mendapatkan hasil/return secara periodik (kecuali reksadana tertentu) sebagaimana produk perbankan. Yang akan anda terima adalah untung atau rugi di atas kertas (yang belum direalisasikan). Untung atau rugi nyata baru akan anda peroleh pada saat anda menjual reksadana anda.
5)Anda tidak dapat bersikap pasif dalam mengelola investasi anda. Anda perlu aktif memantau perkembangan NAB reksadana anda. Juga perlu memantau kondisi perekonomian negara, yang akan mempengaruhi NAB reksadana anda. Ini akan memperngaruhi keputusan anda apakah anda apakah anda akan tetap berinvestasi pada reksadana sekarang (misal reksadana pendapatan tetap) yang anda miliki atau mengalihkannya menjadi reksadana lain (misal reksadana saham) yang lebih memberikan hasil optimal. Misal pada saat tulisan ini dibuat (Mei 2007) reksadana pendapatan tetap lebih prospektif dibandingkan reksadana jenis lain.
6)Inherent risk (risiko melekat) pada reksadana anda. Misal risiko penurunan nilai, risiko pasar (kesulitan menjual reksadana).

Beberapa keuntungan berinvestasi pada reksadana:
1)Murah: investasi pada reksadana bisa dimulai dengan jumlah minimal Rp 50.000,- Investasi ini jauh lebih murah dibandingkan bila anda berinvestasi pada reksadana, obligasi atau properti. Dengan demikian anda hanya perlu menyisihkan sebagian kecil dari pendapatan anda untuk berinvestasi.
2) Diversifikasi aktiva. Dana yang tertanam pada reksadana, oleh manajer investasi, diperdagangkan pada beberapa jenis saham atau obligasi. Sehingga langkah diversifikasi ini akan meminimalkan risiko yang ada dan mengoptimumkan keuntungan dibandingkan meletakkan dana pada 1 jenis instrument investasi. Ingat prinsip “Don’t put all your eggs in one basket”.
3)Reksadana kita dikelola oleh para professional di pasar modal yang memiliki keahlian dan waktu yang sangat banyak untuk bermain di pasar modal. Pasar modal adalah suatu pasar yang sangat unik. Apa yang akan terjadi pasar modal tidak mudah diprediksi. Kondisi ini sangat dipengaruhi ekspektasi pemain di dalamnya dan juga informasi yang akan masuk ke pasar modal. Orang awam sangat sulit untuk mengikutinya. Dengan memegang reksadana kita sebenarnya telah turut bermain dan menikmati pasar modal.
4)Keuntungan yang kita terima adalah bebas pajak.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Seputar Reksadana

Reksadana Investasi Aman, Menguntungkan, Mudah dan Murah

Agustus 4, 2007 · 1 Komentar

Banyak orang ingin hidup sejahtera. Terpengaruh dengan buku Rich Dad Poor Dad dari Robert Kiyosaki, mereka mencari produk investasi yang dapat membantu mereka mencapai impiannya. Begitu banyak tawaran investasi di media massa (koran, majalah, tabloid) dan internet. Begitu banyak perusahaan atau perseorangan yang menawarkan investasi yang mudah dan hasil yang selangit. Banyak orang tertarik dengan tawaran ini dan menginventasikan sejumlah uang (bisa jutaan bahkan milyaran rupiah). Selama beberapa saat mereka menikmati keuntungan yang dijanjikan. Akan tetapi, selanjutnya mereka “menangis bombay” karena pengelola investasi kabur dan membawa uang mereka. Menurut sebuah media massa, uang sejumlah Rp 30 trilyun telah hilang akibat praktek penipuan ini. Praktek penipuan ini masih terus berlangsung sampai saat ini. Penyebab terus maraknya penipuan ini karena investor hanya memperhatikan 1 aspek investasi yaitu keuntungan yang “selangit” dan kurangnya pengetahuan investor akan produk investasi yang ditawarkan.

Dengan fakta di atas penulis (Yohanes Kurniantoro D) ingin membagikan pengalaman dalam berinvestasi reksadana. Investasi reksadana aman karena pengelola investasi (manajer investasi harus terdaftar dan memperoleh ijin usaha dari pemerintah dalam hal ini Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK).
Investasi reksadana juga menguntungkan. Secara umum produk investasi dikatakan menguntungkan bila memberikan keuntungan yang melebihi tingkat inflasi negara kita.
Investasi reksadana mudah. Untuk berinvestasi anda hanya perlu menghubungi manajer investasi. Selanjutnya anda mempercayakan keahlian dan kredibilitas mereka dalam mengelola investasi anda.
Terakhir investasi reksadana itu murah karena anda tidak perlu mengeluarkan uang jutaan untuk memulai investasi. Produksi reksadana termurah dijual seharga Rp 50.000 (tidak salah tulis lho) sama dengan harga pulsa telpon anda sebulan.

Akhir kata selamat membaca tulisan-tulisan dalam weblog ini. Robert Kiyosaki dalam salah satu bukunya menekankan pentingnya pengetahuan akan produk investasi dalam berinvestasi.

Jika ada pertanyaan atau tanggapan silahkan hubungi penulis dengan alamat email: kurnia07@gmail.com

→ 1 CommentKategori: Seputar Reksadana

Hello world!

Juli 28, 2007 · 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

→ 1 CommentKategori: Uncategorized