Ketika ditawarkan reksadana, banyak orang membandingkan deposito yang dijamin pemerintah dengan reksadana yang tidak dijamin pemerintah? Apakah dengan adanya jaminan pemerintah, deposito lebih aman dibandingkan dengan reksadana? Jawabannya adalah tidak. Karena jaminan pemerintah akan berakhir pada tahun 2008. Dengan kata lain sesudah itu, deposito dan reksadana sama-sama tidak dijamin pemerintah. Pemilik deposito dan reksadana sama-sama harus memperhatikan kualitas perusahaan penerbit deposito dan reksadana. Supaya deposito anda aman, anda harus memastikan bahwa bank anda ikut dalam program penjaminan yang dilaksanakan oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Sedangkan untuk reksadana, anda harus memastikan bahwa dana anda ditempatkan pada custodian dan perusahaan anda harus terdaftar pada Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal). (Catatan ingat pengalaman nasabah reksadana bank Global, di mana reksadana mereka hangus karena dibawa lari oleh pemilik bank Global).
Yang kedua, jika anda menjadi korban kejahatan hipnotis, pencairan reksadana lebih sulit daripada pencairan deposito. Pencairan deposito bisa seketika saat anda datang ke bank. Untuk reksadana bisa memakan beberapa hari kerja sejak anda ingin mencairkannya.
Yang ketiga, jika berdasarkan nilai uang (dengan memperhitungkan tingkat inflasi), reksadana lebih aman dibandingkan deposito. Dengan menaruh dana anda di deposito, anda sudah pasti mengalami kerugian. Hal ini dikarenakan tingkat suku bunga deposito yang sangat rendah dibandingkan tingkat inflasi di Negara kita. Dengan kata lain sebenarnya meskipun secara nominal, dana anda bertambah tapi secara riil, dana anda berkurang. Contoh deposito Rp 1.000.000,-. dengan suku bunga saat ini sekitar 5%, nilai deposito anda adalah Rp 1.050.000,-. Sedangkan dengan tingkat inflasi sekitar 7%, nilai uang anda seharusnya Rp 1.070.000,- (untuk menutupi tingkat inflasi supya nilai riil anda tetap Rp 1.000.000,-). Jadi anda mengalami kerugian sekitar Rp 20.000,-
Sebaliknya jika anda menanamkan dana anda pada reksadana, anda belum pasti mengalami kerugian (potential loss bukan fixed loss), karena nilai reksadana anda bisa lebih besar atau lebih kecil daripada nilai investasi awal anda. Dengan kondisi keuangan Indonesia yang bagus pada tahun ini, kemungkinan anda mengalami keuntungan lebih besar daripada potensi kerugiannya.
Jadi simpulannya, jangan takut untuk memulai berinvestasi pada reksadana. Anda belum tentu mengalami kerugian seperti yang anda khawatirkan sebelumnya.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.