Dalam artikel berikut ini akan dijelaskan beberapa alasan keluarga atau individu perlu berinvestasi dalam bidang keuangan? Alasan pertama adalah untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Berikutnya untuk mempersiapkan masa depan (hari tua) bagi invididu yang mempunya pekerjaan dengan karakteristik tertentu (pendapatan besar dalam jangka waktu terbatas). Selanjutnya sebagai sarana pendidikan kecerdasan finansial oleh orang tua untuk para anak mereka. Berikutnya untuk lebih meningkatkan kesejahteraan bagi mereka yang berprofesi dalam Multi Level Marketing. Terakhir untuk mencapai cita-cita yaitu bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera.
Dengan tingginya biaya hidup pada masa sekarang ini (misal: biaya pendidikan anak, biaya kesehatan, biaya makan sehari-hari), banyak orang menyiasatinya dengan mencari pekerjaan sampingan di luar jam kantor, misal: mengajar, menjalankan multi level marketing atau pekerjaan tidak tetap lainnya. Dampak negatif dari kegiatan ini adalah berkurangnya waktu untuk keluarga. (Catatan: ,mungkin hal ini tidak terasa bagi mereka yang masih bujangan). Hal ini akan mengakibatkan munculnya anak-anak yang tidak bahagia dalam kehidupan keluarganya. Akibatnya anak-anak akan melarikan diri dalam kegiatan yang berbahaya misal mengkonsumsi narkoba, mencari hiburan yang tidak sehat.
Lalu apa alternatifnya. Alternatifnya adalah berinvestasi dalam bidang keuangan misal reksadana. Dengan investasi, orang tidak perlu menambah jam bekerjanya. Sehingga pendapatan bertambah, keharmonisan keluarga tetap terjaga. Orang hanya perlu waktu yang sangat sedikit untuk memonitor hasil investasinya. Juga orang tidak perlu meninggalkan pekerjaan yang sekarang sedang ditekuninya.
Juga investasi ini cocok untuk mereka yang super sibuk dalam pekerjaan atau profesi (misal: dokter dan tenaga medis lainnya, wartawan, pengacara, polisi). Dengan kesuper sibukannya, mereka tidak memiliki waktu luang untuk mencari penghasilan tambahan.
Alasan kedua adalah untuk mempersiapkan masa depan (hari tua) bagi para olahragawan atau artis. Ketika mereka sedang jaya (popular dan berprestasi tinggi), sangat mudah bagi mereka untuk memperoleh penghasilan yang sangat fantastis, ratusan juta atau bahkan milyaran. Begitu mudahnya mereka memperoleh uang yang sangat banyak, dapat mengakibatkan mereka hidup berfoya-foya.
Akan tetapi, kondisi ini tidak berlangsung lama. Persaingan di dunia olah raga dan seni sangat tinggi.Banyak orang mengincar prestasi mereka. Dengan surutnya prestasi dan popularitas mereka, penghasilan mereka otomatis akan menyusut pula. Jika mereka tidak hati-hati (cerdas) dalam mengelola keuangan mereka, bukan tidak mungkin mereka akan mengalami kebangkrutan dalam kehidupannya. Suatu hal yang sangat ironis dan menyedihkan. Oleh karena itu, mereka tidak boleh menghabiskan seluruh pendapat mereka untuk kebutuhan sekarang. Mereka perlu menyisihkan sebagian dari pendapatan mereka untuk keperluan mereka di saat mereka sudah tidak “popular” lagi. Pentingnya berinvestasi untuk hari tua ini sangat disadari oleh almarhum Asmuni. Seperti yang ditulis oleh Kompas Minggu, pada hari beliau meninggal dunia, (22 Juli 2007), Asmuni rajin membelanjakan sebagian pendapatan melawaknya untuk membeli emas. Satu kebiasaan yang patut dicontoh.
Selanjutnya sebagai sarana pendidikan kecerdasan financial oleh orang tua bagi anak-anak mereka. Sebagai orang tua yang bijak, mereka perlu mempersiapkan masa depan bagi anak-anak mereka. Agar kehidupan mereka tetap terjaga sebagaimana ketika mereka masih hidup bersama dengan para orang tua mereka. Oleh karena itu merupakan pendidikan yang baik bila pada kejadian-kejadian istimewa (misal ulang tahun ke 17, lulus Sekolah Menengah Atas, memperoleh perguruan tinggi yang baik, pernikahan anak) orang tua menghadiahkan produk investasi, bukan produk konsumtif misal mobil atau pakaian, kepada anak-anak mereka. Sehingga kesejahteraan anak-anak mereka tetap meningkat karena produk investasi tidak mengenal “depresiasi atau penurunan nilai yang bersifat tetap”.
Berikutnya investasi keuangan dapat dipakai untuk lebih meningkatkan kecepatan para pelaku bisnisl MLM dalam mencapai kesejahteraan yang diinginkan. Dengan berinvestasi keuangan, para pelaku bisnis MLM akan memperoleh 2 jenis pendapatan yaitu dari bisnis MLM yang ditekuninya dan juga dari pertumbuhan investasi keuangan.
Terakhir, untuk menjadi bangsa yang sejahtera diperlukan keluarga-keluarga yang sejahtera dan investasi yang besar (dari dalam negri, tidak hanya mengandalkan dari luar negri) untuk menyelenggarakan pembangunan bangsa. Pendekatan yang digunakan adalah “bottom up (dari bawah ke atas) atau snow ball effect (efek bola salju). Jika ada beberapa keluarga sejahtera dalam 1 kelurahan, kelurahan tersebut akan sejahtera. Selanjutnya jika ada beberapa kelurahan sejahtera dalam 1 kecamatan, kecamatan tersebut akan maju. Demikian seterusnya sampai adanya beberapa propinsi yang sejahtera dalam 1 bangsa, bangsa kita otomas akan sejahtera. Sebagai bangsa yang sejahtera kita akan lebih mudah menarik investor asing masuk untuk menanamkan modalnya di negara kita.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.