1. Berinvestasi secara regular
Anda tidak akan pernah tahu kapan harga reksadana akan meningkat atau menurun. Jika anda menunggu “waktu yang tepat” untuk berinvestasi, anda tidak akan melakukan apa-apa. Langkah terbaik adalah berinvestasi secara teratur, misalnya bulanan. Dengan melakukan hal ini, anda akan mendapatkan reksadana dengan harga yang mahal dan yang murah. Anda perlu mencatat waktu pembelian, jumlah unit yang dibeli dan harga pembelian reksadana. Dengan pencatatan ini anda dapat mengambil keputusan yang tepat pada saat penjualan reksadana anda. Untuk memperoleh keuntungan anda hanya perlu menjual sejumlah unit yang anda beli dengan harga jual di atas harga beli (dengan mempertimbangkan biaya penjualan anda). Sebagai ilustrasi:
Tanggal 1 Januari 2007 membeli 200 unit @ Rp 1.500
Tanggal 1 Maret 2007 membeli 100 unit @ Rp 1.600
Tanggal 1 Mei 2007 membeli 150 unit @ Rp 1.550
Tanggal 1 Juli 2007 membeli 200 unit @ Rp 1.700
Misalkan anda mau menjual reksadana dengan harga Rp 1.625 (saat itu), maka jumlah unit yang bisa anda jual adalah 450 unit, pembelian tanggal 1 Januari, 1 Maret dan 1 Mei 2007. Dengan kata lain, anda menjual reksadana yang anda beli dengan harga Rp 1.625, jangan menjual 200 unit reksadana yang anda beli dengan harga Rp 1.700/unit.
2. Merealisasikan Keuntungan Pada Saat Target Anda Sudah Tercapai
Sebagai contoh anda menargetkan keuntungan yang anda peroleh adalah 10% dari nilai investasi anda, maka pada saat target anda tercapai, anda menjual reksadana anda sebesar keuntungan yang anda harapkan. Misal nilai investasi anda Rp 1.000.000, maka pada saat nilai investasi anda minimal sudah mencapai di atas Rp 1.100.000,- anda menjual reksadana sebesar Rp 100.000 untuk merealisasikan keuntungan anda. Selanjutnya anda bisa berinvestasi secara regular seperti butir nomor 1.
3. Memutakhirkan pengetahuan anda
Ada beberapa pilihan berinvestasi pada reksadana: pasar uang, pendapatan tetap, terproteksi, campuran, atau saham. Pilihan investasi yang tepat bisa tergantung pada kondisi perekenomian negara kita. Jika harga obligasi diprediksikan mengalami trend naik, pilihan berinvestasi yang tepat adalah reksadana pendapatan tetap. Jika harga saham diprediksikan naik, pilihan investasi yang tepat adalah reksadana campuran atau saham. Untuk memperoleh informasi ini, sangatlah penting bagi anda untuk membaca media massa yang mengulas perkembangan reksadana (misal Mingguan Kontan) atau menghadiri seminar-seminar yang dilaksanakan manajer investasi anda. Dengan informasi yang tepat anda akan bisa mengambil keputusan yang tepat.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.