Menyimpan uang anda pada reksadana tidaklah sama dengan menyimpan uang pada deposito. Selain menawarkan keuntungan, reksadana juga mengandung beberapa pengorbanan (cost ) yang harus dapat anda terima.
Beberapa pengorbanan pada investasi reksadana:
1) Reksadana tidak dijamin oleh pemerintah. Hal ini berbeda dengan produk tabungan atau deposito yang sudah umum dikenal masyarakat. Reksadana bukanlah produk perbankan, meskipun beberapa bank bertindak sebagai agen penjual reksadana. Hal ini berarti ada kemungkinan nilai investasi pada reksadana mengalami penurunan. Bahkan ada kemungkinan anda menderita kerugian karena NAB jual reksadana anda lebih rendah dibandingkan NAB pembelian reksadana anda.
2) Tidak ada jaminan berapa tingkat keuntungan yang akan anda terima melalui investasi ini. Tidak seperti produk perbankan yang menawarkan suku bunga pasti misal 7% per tahun. Tingkat keuntungan sangat tergantung kepiawaian manajer investasi dalam mengelola reksadana anda dan kondisi ekonomi Negara pada saat itu.
3)Tidak ada jaminan prestasi manajer investasi pada saat anda masuk akan sama dengan prestasi periode sebelumnya sebagaimana yang termuat dalam prospektus.
4)Anda tidak akan mendapatkan hasil/return secara periodik (kecuali reksadana tertentu) sebagaimana produk perbankan. Yang akan anda terima adalah untung atau rugi di atas kertas (yang belum direalisasikan). Untung atau rugi nyata baru akan anda peroleh pada saat anda menjual reksadana anda.
5)Anda tidak dapat bersikap pasif dalam mengelola investasi anda. Anda perlu aktif memantau perkembangan NAB reksadana anda. Juga perlu memantau kondisi perekonomian negara, yang akan mempengaruhi NAB reksadana anda. Ini akan memperngaruhi keputusan anda apakah anda apakah anda akan tetap berinvestasi pada reksadana sekarang (misal reksadana pendapatan tetap) yang anda miliki atau mengalihkannya menjadi reksadana lain (misal reksadana saham) yang lebih memberikan hasil optimal. Misal pada saat tulisan ini dibuat (Mei 2007) reksadana pendapatan tetap lebih prospektif dibandingkan reksadana jenis lain.
6)Inherent risk (risiko melekat) pada reksadana anda. Misal risiko penurunan nilai, risiko pasar (kesulitan menjual reksadana).
Beberapa keuntungan berinvestasi pada reksadana:
1)Murah: investasi pada reksadana bisa dimulai dengan jumlah minimal Rp 50.000,- Investasi ini jauh lebih murah dibandingkan bila anda berinvestasi pada reksadana, obligasi atau properti. Dengan demikian anda hanya perlu menyisihkan sebagian kecil dari pendapatan anda untuk berinvestasi.
2) Diversifikasi aktiva. Dana yang tertanam pada reksadana, oleh manajer investasi, diperdagangkan pada beberapa jenis saham atau obligasi. Sehingga langkah diversifikasi ini akan meminimalkan risiko yang ada dan mengoptimumkan keuntungan dibandingkan meletakkan dana pada 1 jenis instrument investasi. Ingat prinsip “Don’t put all your eggs in one basket”.
3)Reksadana kita dikelola oleh para professional di pasar modal yang memiliki keahlian dan waktu yang sangat banyak untuk bermain di pasar modal. Pasar modal adalah suatu pasar yang sangat unik. Apa yang akan terjadi pasar modal tidak mudah diprediksi. Kondisi ini sangat dipengaruhi ekspektasi pemain di dalamnya dan juga informasi yang akan masuk ke pasar modal. Orang awam sangat sulit untuk mengikutinya. Dengan memegang reksadana kita sebenarnya telah turut bermain dan menikmati pasar modal.
4)Keuntungan yang kita terima adalah bebas pajak.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.