Reksadana: Investasi A3M (Aman, Menguntungkan, Mudah & Murah)

Pedoman Berinvestasi Pada Reksadana

Agustus 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kita tentu belum lupa kejadian Penarikan dana besar-besaran pada reksadana khususnya reksadana pendapatan tetap pada bulan Agustus 2005. Kejadian ini sebenarnya tidak perlu terjadi kalau para investor mau memahami karakteristik reksadana. Dalam artikel ini ada beberapa hal yang perlu menjadi pedoman para investor.

Yang pertama dan utama adalah hukum baja investasi yaitu semakin besar tingkat risiko, tingkat keuntungan akan semakin besar dan sebaliknya semakin kecil tingkat risiko, semakin kecil juga tingkat keuntungan yang akan diperoleh.

Yang kedua berinvestasi pada reksadana adalah investasi jangka menengah atau jangka panjang (lebih dari 1 tahun). Semakin lama anda memegang reksadana, maka semakin besar keuntungan yang akan diperoleh.

Yang ketiga anda tidak perlu panik atau bingung jika NAB turun. Fluktuasi (naik turunnya) NAB adalah hal yang normal. Malah sebaliknya, menurut pendapat para ahli, saat NAB turun adalah saat baik untuk menambah investasi anda. Hal ini dikarenakan penurunan tidak akan terjadi selamanya. Suatu saat NAB akan mengalami kenaikan dan hal ini merupakan saat yang baik untuk menjual investasi anda.

Yang keempat, anda tidak dapat mendiamkan investasi anda. Anda harus memonitor investasi anda secara rutin, sebulan sekali, begitu anda menerima laporan bulanan investasi anda dari manajer investasi. Anda juga perlu mengikuti pertemuan para investor reksadana yang sering diadakan oleh para manajer investasi. Juga anda perlu membaca artikel mengenai perkembangan reksadana di beberapa majalah atau koran. Dengan rajin meng”update” diri, anda dapat mengambil keputusan yang tepat dalam pengelolaan reksadana anda.

Yang kelima, ada baiknya anda memulai investasi dari modal minimal (di bawah Rp 1.000.000,-) dan pada jenis reksadana dengan tingkat risiko rendah (reksadana pasar uang). Kemudian secara regular anda menambah investasi anda dan mulai mencoba berinvestasi pada reksadana dengan tingkat risiko menengah (reksadana pendapatan tetap) dan kemudian tinggi (reksadana campuran dan reksadana saham)rajin .

Kategori: Tips Reksadana

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar