Banyak pilihan investasi (selain reksadana) yang ditawarkan kepada masyarakat, antara lain: emas, saham, obligasi, properti, forex (foreign exchange), option. Penulis berpendapat berinvestasi pada reksadana adalah pilihan terbaik dibandingkan dengan semua jenis investasi di atas.
Alasan pertama adalah rendahnya modal awal yang diperlukan untuk berinvestasi. Berinvestasi pada reksadana membutuhkan modal awal yang paling murah dibandingkan berinvestasi pada instrument lainnya. Modal terendah adalah Rp 50.000,- dan yang tertinggi Rp 50.000.000. Sedangkan modal pada instrumen lainnya puluhan juta bahkan milyaran rupiah.
Alasan kedua adalah risiko yang lebih rendah. Prinsip reksadana adalah diversifikasi aktiva. Dengan kata lain dengan memegang 1 unit reksadana, anda memegang banyak saham dan obligasi. Sehingga anda akan meminimalkan resiko dan mengoptimalkan keuntungan. Untuk investasi lain misal properti (rumah, toko, tanah, dan lain-lain) anda hanya memiliki 1 properti setiap anda membeli 1 unit investasi. Hal ini berarti ada risiko yang besar yang terkandung di dalamnya, dalam arti kalau prediksi anda tepat, anda akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar, akan tetapi kalau prediksi tidak tepat anda akan mengalami kerugian yang sangat besar.
Alasan ketiga adalah kecepatan waktu untuk penjualan kembali. Anda dapat dengan mudah menjual reksadana anda kepada manajer investasi atau bank tempat anda membeli reksadana dengan harga pasti (NAB pada saat penjualan), tanpa melalui proses mencari pembeli yang tepat dengan harga yang baik. Bila anda hendak menjual properti, anda harus bersabar menunggu kedatangan pembeli yang menawarkan harga yang sesuai dengan keinginan anda. Proses penjualan ini tidak mudah dan memakan waktu lama, bahkan kadang-kadang anda memerlukan agen penjual untuk membantu penjualan anda.
Alasan ketiga adalah tempat penyimpanan. Anda tidak membutuhkan tempat penyimpanan khusus untuk menyimpan reksadana anda. Bila anda menyimpan emas (batangan atau perhiasan) atau saham, mungkin anda membutuhkan safety box, dengan biaya sewa tertentu, untuk menyimpan saham atau emas anda. Hal ini tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Alasan keempat adalah resiko kejahatan. Misal anda menjadi korban kejahatan berupa hipnotis, perampokan, penjambretan, pencurian, penyerobotan tanah. Penjahat akan lebih mudah menjual emas atau mencairkan deposito dibandingkan mencairkan/menjual reksadana
Alasan kelima adalah perlindungan pemerintah. Manajer investasi yang akan menerbitkan reksadana harus mendapatkan ijin dari lembaga pemerintah yaitu Bapepam-LK. Ketentuan ini melindungi anda dari penawaran investasi perusahaan investasi palsu yang akan merampok uang anda. Bapepam-LK juga berwenang untuk memonitor bahkan menghukum manajer investasi yang melanggar peraturan yang dibuat oleh Bapepam.
Alasan keenam adalah waktu dan pengetahuan yang dibutuhkan. Untuk bermain saham, obligasi atau forex, anda membutuhkan banyak waktu dan pengetahuan untuk mengelola investasi anda. Anda harus memonitor pergerakan harga saham atau forex untuk menemukan waktu yang tepat untuk menjual atau membeli saham atau forex tertentu. Demikian juga untuk asset properti, anda harus sering mengunjungi properti anda, agar properti anda tidak diserobot orang lain atau mengalami penurunan nilai. Sedangkan untuk reksadana, anda hanya cukup memonitor reksadana anda bulanan. Manajer investasi anda akan mengelola reksadana anda sehari-hari. Dengan pengetahuan yang dimilikinya, manajer investasi akan lebih baik dalam mengelola reksadana anda.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.